Postingan populer dari blog ini
PKWU : (Kelas X IPA 1-3) BUDIDAYA TANAMAN PANGAN 2
2. Biji-bijian Biji-bijian merupakan sumber energi yang baik bagi tubuh karena mengandung beragam nutrisi penting seperti protein, vitamin, mineral dan lemak sehat. Biji-bijian tidak menjadi makanan pangan utama karena produksi per luas lahan jauh lebih sedikit sehingga menjadi lebih mahal dibandingkan serealia dan umbi. sehingga biji-bijian menjadi pangan tambahan saja. Tanaman biji-bijian yang sering kita konsumsi antara lain seperti kedelai, kacang tanah daan kacang hijau. a. Kedelai ( glucine max L) Kedelai mempunyai kandungan sumber protein nabati yang tinggi, kaya vitamin B, zat besi, asam folat, kalsium, potasium dan serat. Tinggi permintaan pasar terhadap hasil olah berbahan baku kedelai menjadikan biji kedelai mempunyai harga yang terbilang tinggi sehingga menjadikan budidaya tanaman kedelai menjadi prospek bisnis budidaya yang cukup menjanjikan. b. Kacang tanah ( arashis hypogeae L) Kacang tanah berasal dari negara Brazilia, Amerika Selatan, dan kacang tanah di Indonesi...
Biologi XII IPA - Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Pertumbuhan dan Perkembangan (3)
Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Pertumbuhan dan Perkembangan Tanaman Faktor yang mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan tanaman secara garis besar dapat dibedakan menjadi dua, yaitu faktor internal dan faktor eksternal. Kedua faktor ini memiliki peran masing-masing dalam proses pertumbuhan dan perkembangan tanaman. Berikut adalah uraian kedua faktor tersebut dalam mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan tanaman. FAKTOR INTERNAL 1. Gen Gen merupakan substansi pembawa sifat yang diturunkan dari induk ke generasi selanjutnya. Gen mempengaruhi ciri dan sifat makhluk hidup dimana pada tanaman mempengaruhi bentuk tubuh, warna bunga, dan rasa buah. Gen juga menentukan kemampuan metabolisme sehingga sangat mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan tanaman tersebut. Tanaman yang memiliki gen tumbuh yang baik akan tumbuh dan berkembang cepat sesuai dengan periodenya. Meskipun faktor dari gen sangat penting, namun faktor ini bukan satu-satunya yang menentukan pola pertumbuhan d...
Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.
BalasHapusnama: lidya novia putri saiman
BalasHapuskelas: Xll³
12-10-2026
kesimpulan:
Di dalam buku itu dijelaskan kalau jenis kelamin makhluk hidup tidak ditentukan secara sembarangan, tapi sudah diatur oleh Allah lewat genetika di dalam kromosom.
Ternyata cara penentuannya beda-beda di setiap makhluk. Pada manusia pakai sistem XY, perempuan XX dan laki-laki XY. Pada belalang pakai sistem XO, jadi tidak punya kromosom Y. Pada burung malah kebalikannya, betina yang menentukan anaknya jantan atau betina. Pada lumut pakai sistem UV dari sporanya. Sedangkan pada lebah jantan, dia lahir tanpa ayah karena berasal dari telur yang tidak dibuahi.
Selain itu ada juga gen yang saling nempel atau pautan, sehingga sifatnya diwariskan bersamaan. Dan ada juga penyakit yang nempel di kromosom X seperti buta warna dan hemofilia, yang lebih sering dialami laki-laki karena mereka hanya punya satu kromosom X.
Jadi intinya, semua keragaman sistem ini menunjukkan betapa rumit dan teraturnya ciptaan Allah, dan setiap gen bekerja dengan sangat teliti.
Nama : Fachri Hidayat
BalasHapusKelas : XII.3
Tgl. : Senin 12 Oktober 2026
cerita ini kasi tau kalau penetapan jenis kelamin dan sifat warisan pada makhluk hidup itu beda-beda dan sistemnya pling gacor.
Manusia & Lalat buah (XX/XY): yg menentukan jenis kelamin anak itu kromosom dari ayah (kalau sperma bawa Y jadi laki', kalau X jadi prmpuan).
Belalang & Kecoa (XX/XO): tdk mempunyai kromosom Y, kalau jantan cuma punya satu kromosom seks saja (XO).
Ayam & Burung (ZW): kebalikan dari manusia, di sini justru induk betina (ZW) yang menentukan jenis kelamin anaknya.
Lumut (UV): memakai sistem kromosom U buat betina dan V buat jantan.
Lebah Madu (Haplodiploidi): Lebah jantan lahir dari telur yang tidak dibuahi (partenogenesis), jadi dia cuma punya setengah set kromosom dan tdk punya ayah biologis.
Pautan Gen & Kelainan Seks: Ada gen atau penyakit yang menempel di kromosom X (kayak buta warna dan hemofilia), makanya laki' lebih rawan kena karena cuma punya satu kromosom X, sedangkan prmpuan seringnya cuma jadi carrier (pembawa) karena punya dua kromosom X.
intinya: keragaman sistem genetika ini menunjukan betapa rapi dan detailnya kebesaran penciptaan alam semesta sama Yang Maha Kuasa.
NAMA: KRISHNA HAFIDZ ABHINAYA
BalasHapusKELAS: XII 3
TANGGAL:Senin, 12, 10, 2026
Kesimpulan saya:
Determinasi seks adalah proses penentuan jenis kelamin pada makhluk hidup berdasarkan kromosom atau faktor genetik. Sistemnya berbeda-beda, seperti XX/XY pada manusia, XX/XO pada belalang, ZZ/ZW pada burung, UV pada lumut, dan haplodiploidi pada lebah. Selain itu, pautan gen dan pautan kelamin berperan dalam pewarisan sifat, seperti buta warna dan hemofilia. Dengan mempelajari genetika, kita dapat memahami proses penentuan jenis kelamin dan pewarisan sifat pada makhluk hidup.
NAMA : AISAH WALI
BalasHapusKELAS : 12³
HARI SENIN 12 OKTOBER 2026
Kesimpulan saya dari materi ini adalah bahwa jenis kelamin pada makhluk hidup dapat ditentukan dengan cara yang berbeda-beda. Pada manusia dan lalat buah, laki-laki memiliki kromosom XY dan perempuan XX. Pada belalang, jantan memiliki kromosom XO, sedangkan betina XX. Pada ayam dan burung, betina memiliki kromosom ZW dan jantan ZZ, sehingga induk betina yang menentukan jenis kelamin anaknya. Sedangkan pada lebah madu, jantan berasal dari telur yang tidak dibuahi, sedangkan betina berasal dari telur yang dibuahi.
Materi ini juga menjelaskan tentang pautan gen atau *linkage*, yaitu gen yang berada pada kromosom yang sama cenderung diwariskan bersama-sama. Ada pula pautan kelamin, seperti buta warna dan hemofilia yang terpaut pada kromosom X. Karena laki-laki hanya memiliki satu kromosom X, mereka lebih mudah mengalami penyakit tersebut dibandingkan perempuan. Dari sini saya belajar bahwa genetika menunjukkan betapa teratur dan menakjubkan ciptaan Allah SWT, sehingga kita harus bersyukur atas nikmat kesehatan yang diberikan-Nya.
Nama : Amellia modal
BalasHapuskelas :XII 3
tanggal 12 oktober 2026
Cerita ini menunjukkan keagungan Allah SWT melalui keteraturan genetika pada makhluk hidup, yang terbagi menjadi dua topik utama:
Sistem Penentuan Jenis Kelamin:
XX/XY (Manusia & Lalat Buah): Jantan menentukan jenis kelamin.
XX/XO (Belalang & Kecoa): Betina XX, Jantan XO (tanpa kromosom seks kedua).
ZW (Burung & Ayam): Betina (ZW) yang menentukan jenis kelamin, Jantan (ZZ).
UV (Lumut): Spora U menjadi betina, spora V menjadi jantan.
Haplodiploidi (Lebah): Jantan dari telur tak dibuahi (haploid), betina dari telur terbuahi (diploid).
Pautan Gen & Kelamin (Linkage):
Pautan Autosomal: Gen pada kromosom yang sama diturunkan bersamaan.
Pautan Kelamin (Sex-Linked): Kelainan seperti buta warna dan hemofilia terpaut pada kromosom X. Laki-laki lebih rentan kena, sedangkan perempuan bisa menjadi pembawa sifat (carrier)
Nama:Shifa puan tsabitha bidawi
BalasHapusKelas: Xll³
Hari:senin, 12 , Oktober, 2026
kesimpulan menurut saya adalah:
• Pelajaran genetika tidak hanya dipahami sebagai kombinasi kode, angka, dan huruf ilmiah belaka, melainkan disadari sebagai bukti nyata kebesaran dan ketelitian Allah SWT dalam merancang setiap detail makhluk hidup.
• Ustaz Ahmad menekankan bahwa tujuan mempelajari ilmu pengetahuan (sains) adalah untuk memperdalam rasa syukur dan mendekatkan diri kepada Sang Pencipta.
• Zaid dan Aisha tidak hanya mendapatkan peningkatan pemahaman secara intelektual (wawasan keilmuan), tetapi juga mengalami perbaikan secara spiritual (peningkatan keimanan).
• Rasa kagum dan hormat mereka wujudkan melalui ucapan "Subhanallah" saat meninggalkan kelas, mencerminkan kerendahan hati dan rasa syukur atas ilmu yang telah diperoleh.
Nama : Mutia Rahma Tanassy
BalasHapusKelas : XII.3
12, Oktober,2026
Kesimpulan saya dari cerita "Rahasia Warisan Ilahi: Menjelajah Genetika di Balik Penciptaan" adalah:
Cerita ini mengisahkan suasana pembelajaran biologi di kelas XII Madrasah Aliyah, di mana Ustaz Ahmad menjelaskan konsep genetika dan penentuan jenis kelamin kepada murid-muridnya, seperti Zaid dan Aisha, dengan mengaitkannya pada tanda-tanda kebesaran Pencipta.
•Sistem Penentuan Jenis Kelamin Sangat Beragam:
1. Manusia & Lalat Buah (XX/XY): Ayah/jantan yang menentukan jenis kelamin anak.
2. Belalang (XX/XO): Belalang jantan hanya punya satu kromosom seks (X).
3. Ayam & Burung (ZW): Berbeda dengan manusia, pada burung justru induk betina yang menentukan jenis kelamin.
4. Lumut (UV): Jenis kelamin ditentukan dari spora (U untuk betina, V untuk jantan).
5. Lebah Madu (Haplodiploidi): Lebah jantan lahir dari telur yang tidak dibuahi (tanpa sosok ayah).
•Pewarisan Sifat & Penyakit (Pautan Seks):
Sifat atau penyakit seperti buta warna dan hemofilia menempel pada kromosom X. Karena laki-laki hanya punya satu kromosom X, mereka lebih mudah terkena kondisi ini dibandingkan perempuan
Nama: Irma Azzahra
BalasHapusKelas: XII-3
Hari senin 12 Oktober 2026
Kesimpulannya:
Cerita Rahasia Warisan Ilahi: Menjelajah Genetika di Balik Penciptaan menjelaskan bahwa setiap makhluk hidup memiliki mekanisme genetika yang berbeda dalam menentukan jenis kelamin, seperti sistem XX/XY pada manusia, XX/XO pada belalang, ZW pada unggas, UV pada lumut, dan haplodiploidi pada lebah.
Selain itu, terdapat pautan gen dan pautan kelamin yang memengaruhi pewarisan sifat, seperti buta warna dan hemofilia. Melalui pembelajaran genetika, kita dapat memahami bagaimana sifat diwariskan dari induk kepada keturunannya.
Semua mekanisme tersebut menunjukkan betapa menakjubkan dan kompleksnya kehidupan ciptaan Allah SWT. Oleh karena itu, kita hendaknya terus belajar, bersyukur, dan mengagumi kebesaran Allah SWT.
NAMA : ALFAIS KASIM KARIM
BalasHapusKELAS : XII-3
HARI/TANGGAL : SENIN, 12-10-2026
Kesimpulan : Materi ini menjelaskan berbagai sistem penentuan jenis kelamin pada makhluk hidup serta sifat-sifat yang diwariskan melalui gen, sebagai salah satu bukti kebesaran Allah. Pada manusia dan lalat buah, jenis kelamin ditentukan kromosom dari ayah: XX menjadi betina/perempuan, XY menjadi jantan/laki-laki. Pada belalang dan kecoa sistemnya XX/XO, di mana jantan hanya memiliki satu kromosom X. Pada unggas, betinalah yang menentukan jenis kelamin dengan sistem ZW/ZZ. Lumut menggunakan sistem UV, sedangkan lebah madu memiliki sistem Haplodiploidi, di mana jantan lahir dari telur yang tidak dibuahi. Selain itu, ada sifat yang diwariskan bersama karena berada pada kromosom yang sama, disebut pautan, termasuk pautan kelamin pada kromosom X yang menyebabkan penyakit seperti buta warna dan hemofilia lebih sering dialami laki-laki. Semua pengaturan ini menunjukkan betapa presisi dan sempurnanya penciptaan Allah SWT.
nama: Muhammad Rainun Heremba
BalasHapuskelas : Xll-3
tgl : 12- Oktober -2026
Dari materi yang saya baca, saya menyimpulkan bahwa penentuan jenis kelamin pada makhluk hidup memiliki sistem yang berbeda-beda, seperti XX/XY pada manusia dan lalat buah, XX/XO pada belalang, serta ZW pada burung. Selain itu, ada sistem UV pada lumut dan haplodiploidi pada lebah. Saya juga memahami bahwa pautan gen dan pautan kelamin memengaruhi pewarisan sifat, termasuk buta warna dan hemofilia. Dari materi ini, saya semakin memahami pewarisan sifat dan bersyukur atas kebesaran Allah SWT.
NAMA:Fadhil arfat hatuina
BalasHapusKELAS: 12³
HARI:Senin,12,oktober, 2026
Kesimpulan :
Genetika adalah ilmu yang mempelajari pewarisan sifat. Setiap makhluk hidup memiliki sistem penentuan jenis kelamin yang berbeda-beda namun teratur dan presisi. Gen bekerja dengan sangat teliti di dalam tubuh kita. Semua kerumitan dan keteraturan ini menunjukkan betapa luar biasanya sistem kehidupan yang telah dirancang, sehingga mempelajari genetika membuat kita semakin menghargai nikmat kesehatan dan keteraturan alam.
Nama: Tsabitah Ramadhani
BalasHapusKelas: XII-3
Tgl/Bulan/Tahun: Senin, 12 Oktober 2026
Kesimpulan:
Sistem penentuan kelamin pada manusia itu serupa dengan penetuan pada lalat buah (drosophila melanogaster). Ibu memberikan kromosom X, sedangkan ayah memberikan kromosom X atau Y. Sehingga, jika sel sperma membawa kromosom Y, maka lahirlah anak laki-laki. Sebaliknya, jika sperma membawa kromosom X, maka lahirlah anak perempuan.
Pada hewan lain seperti kecoa dan belalang, mereka tidak mempunyai kromosom Y. Sehingga, jantan akan lahir jika sel sperma tidak membawa kromosom apapun. Karena mereka hanya mempunyai kromosom XX dan X0.
Pada unggas (burung dan ayam), sistemnya adalah ZW. Ada hal unik yang terjadi, yaitu betina lah yang akan menentukan jenis kelamin. Jantan hanya mempunyai kromosom ZZ, dan betina punya kromosom ZW.
Adapun cara lain, seperti pada lumut. Pada fase gametofit lumut, mereka menggunakan sistem UV. Betina akan dihasilkan dari spora yang berkromosom U, dan jantan akan dihasilkan dari spora berkromosom V.
Terakhir, pada lebah. Mereka memakai sistem haplodiploidi. Lebah jantan lahir dari telur yang tidak dibuahi. sebaliknya, betina/Ratu lahir dari telur yang dibuahi.
Gen tertentu terletak pada kromosom yang sama dan cenderung di tentukan bersama. Hal ini disebut pautan autosomal.
Nama: Azkia Hatala
BalasHapusKelas: XII-3
Tgl/Bln/Thn: Senin, 12 Oktober 2026
Cerita ini mengisahkan pelajaran genetika di sebuah Madrasah Aliyah yang diajarkan oleh Ustaz Ahmad kepada Zaid dan Aisha. Melalui berbagai contoh makhluk hidup—seperti manusia, lalat buah, belalang, ayam, lumut, hingga lebah—serta pembahasan tentang pautan gen (seperti buta warna dan hemofilia), materi ini menunjukkan betapa presisi, teratur, dan luar biasanya rancangan Allah SWT dalam mengatur detail kehidupan, sehingga menumbuhkan rasa syukur dan keimanan yang lebih mendalam pada diri murid-murid.
Nama: Rianti Salsabila Hamissy
BalasHapusKelas: XII.3
Hari: Senin, 12 Oktober 2026
Kesimpulan:
1.Sistem Penentuan Jenis Kelamin.
•Sistem XX/XY (manusia & lalat buah): betina XX, jantan XY. jenis kelamin ditentukan oleh kromosom dari sperma ayah.
•Sistem XX/XO (belalang & kecoa): betina XX, jantan XO (tidak memiliki kromosom Y).
•Sistem ZW (ayam & burung): betina ZW, jantan ZZ. jenis kelamin ditentukan oleh sel telur induk.
•Sistem UV (tumbuhan lumut): spora U tumbuh jadi betina, spora V tumbuh jadi jantan.
•Sistem Haplodiploidi (lebah madu): betina dari telur fertil (diploid), jantan dari telur unfertil via partenogenesis (haploid).
2.Pautan Gen (Linkage) & Pautan Kelamin (Sex-Linked).
•Pautan Autosomal: gen-gen pada kromosom yang sama cenderung diwariskan bersama-sama.
•Pautan Kelamin: kelainan seperti buta warna dan hemofilia terpaut pada kromosom X. perempuan bisa menjadi pembawa sifat (carrier), sedangkan laki-laki lebih rentan langsung mengalaminya.
Nama : Yus'irana Bin Saleh
BalasHapusKelas : XII-3
Hari : Senin, 12-10-2026
Kesimpulan : Dari materi tersebut, saya bisa mengetahui bahwa setiap makhluk hidup memiliki cara yang berbeda dalam menentukan jenis kelaminnya. Ada yang ditentukan oleh kromosom seperti pada manusia, ada juga yang menggunakan sistem lain seperti pada burung, belalang, lumut, dan lebah. Selain itu, sifat-sifat tertentu, seperti buta warna dan hemofilia, juga bisa diwariskan melalui gen. Gen yang berada pada kromosom yang sama juga bisa diwariskan bersama. Jadi, genetika membantu kita memahami bagaimana sifat diturunkan dari orang tua kepada anaknya. Dari sini, kita juga bisa belajar bahwa setiap makhluk hidup memiliki keunikan masing-masing
Nama : FARDA MAULANI LITILOLY
BalasHapusKelas : Xll-3
12, Oktober,2026
Kesimpulan saya :
Allah SWT merancang mekanisme pewarisan sifat dan penentuan jenis kelamin yang sangat bervariasi pada setiap makhluk hidup:
1. Keberagaman Sistem Penentuan Jenis Kelamin
•XX / XY (Manusia & Lalat Buah): Ayah menentukan jenis kelamin (XX = Betina/Perempuan, XY = Jantan/Laki-laki).
•XX / XO (Belalang & Kecoa): Tidak ada kromosom Y (XX = Betina, XO = Jantan).
•ZZ / ZW (Unggas & Burung): Induk/Ibu yang menentukan jenis kelamin (ZW = Betina, ZZ = Jantan).
•UV (Tumbuhan Lumut): Spora kromosom U menjadi lumut betina, V menjadi lumut jantan.
•Haplodiploidi (Lebah Madu): Lebah jantan lahir dari telur tanpa pembuahan (haploid/1 set kromosom), sedangkan lebah betina dari telur terbuahi (diploid/2 set kromosom).
2. Pautan Gen & Kromosom Seks
Pautan (Linkage): Gen yang berada pada kromosom yang sama cenderung diwariskan bersama-sama.
Pautan Kelamin (Sex-Linked Traits): Sifat/kelainan yang menempel pada kromosom X (seperti buta warna dan hemofilia). Laki-laki lebih rentan mengalaminya karena hanya memiliki satu kromosom X, sedangkan perempuan sering kali hanya menjadi pembawa (carrier).
Nama : salsabila K. wali
BalasHapuskelas : XII.3
tanggal : 12,Oktober,2026
kesimpulan :Determinasi seks adalah proses menentukan jenis kelamin pada makhluk hidup berdasarkan krosom/faktor genetik, setelah membaca buku ini saya mengambil kesimpulan bahwa setiap makhluk hidup mempunyai sistem yg berbeda', contohnya seperti manusia dan lebah manusia ( XX/XY )dan lebah ( haplodiploidi ) bukan hanya manusia dan lebah tapi masih seluruh makhluk hidup memiliki sistem yang berbeda beda, yang lebih takjub adalah ternyata laki' lebih rentan terhadap penyakit contohnya seperti buta warna karena mereka hanya memiliki 1 kromosom X tidak seperti perempuan yang memiliki 2 kromosom X
Selain itu pada burung dan ayam sistemnya adalah ZW yang membuat saya tertarik dengan materi ini karena betina bisa menentukan jenis kelamin anaknya karena betina memiliki kromosom ZW dan jantan ZZ, jdi sel telur induk ayam yang bisa menentukan apakah anaknya jantan atau betina ini salah satu materi yg sangat keren
Dari materi ini saya bljar bahwa saya harus lebih banyak bersyukur, dan betapa besar dan teraturnya ciptaan Allah SWT.
Nama : faradita arif
BalasHapusKelas : 12.3
Tanggal / bulan / tahun : 12 oktober 2026
•kesimpulan
Dari bacaan tersebut dapat di simpulkan : bacaan tersebut menunjukan ketepatan pengaturan penentuan jenis kelamin, dipaparkan keragaman cara Allah SWT menentukan jenis kelamin pada makhluk hidup, mulai dari sistem XX/XY.XX/XO, ZW, UV hingga sistem haplodiploidi pada lebah madu. Pembahasan dilanjutkan dengan penjelasan mengenai gen yang saling terpau, baik pada polutan autosomal maupun pautan kelamin beserta contoh penyakit yang ditimbulkan. Pada akhirnya, seluruh pengetahuan ini disampaikan sebagai serangan memperdalam pemahaman akan kebijaksanaan Allah dalam menciptakan makhluknya, sehingga mendorong siswa untuk semakin menghargai nikmat kesehatan dan mempertebal keimanan atas kebesaran ciptaan nya
Nama: izzul izdihar imaduddin
BalasHapusKelas: XII.3
Senin, 12,10,2026
Setelah membaca cerita tersebut, saya jadi tahu bahwa setiap makhluk hidup memiliki cara tersendiri dalam menentukan jenis kelamin dan mewariskan sifat kepada keturunannya. Hal ini dipengaruhi oleh kromosom dan gen yang ada di dalam tubuh. Contohnya, manusia memiliki kromosom XX dan XY, sedangkan burung, belalang, dan lebah memiliki sistem yang berbeda. Saya juga memahami bahwa beberapa sifat atau penyakit, seperti buta warna dan hemofilia, dapat diwariskan melalui kromosom. Dari sini, saya belajar bahwa genetika bukan hanya penting dalam pelajaran biologi, tetapi juga membantu kita memahami keunikan setiap makhluk hidup dan lebih menghargai kebesaran Allah SWT.
khumarah kalsum pattiahu
BalasHapus12.3
senin,12,2026
📌 Kesimpulan — Rahasia Warisan Ilahi: Menjelajah Genetika di Balik Penciptaan
Setiap makhluk hidup mewarisi sifat dari orang tuanya lewat materi yang disebut gen. Gen inilah yang menentukan ciri kita, mulai dari warna mata, jenis rambut, hingga jenis kelamin kita.
Penentuan jenis kelamin pada manusia diatur oleh kromosom:
• Wanita punya kromosom XX
• Pria punya kromosom XY
Saat pembuahan, sel telur selalu membawa kromosom X, sedangkan sel sperma bisa membawa X atau Y. Jadi, jenis kelamin anak ditentukan oleh sel sperma dari ayah.
Semua proses ini sudah diatur dengan sangat sempurna oleh Tuhan. Jadi, ilmu pengetahuan tentang genetika justru membuat kita semakin kagum dan menghargai kebesaran ciptaan Tuhan.
NAMA : AHMAD YUSUF GAZALI
BalasHapusKELAS : XII-3
HARI/TANGGAL : SENIN, 12-10-2026
KESIMPULAN:Pembelajaran genetika di Madrasah Aliyah membahas berbagai sistem penentuan jenis kelamin pada makhluk hidup, yaitu sistem XX/XY pada manusia dan lalat buah, XX/XO pada belalang dan kecoa, ZW pada unggas, UV pada lumut, serta sistem haplodiploidi pada lebah madu. Selain itu, dibahas juga tentang pautan gen, baik pautan autosomal maupun pautan kelamin, dengan contoh penyakit buta warna dan hemofilia yang diwariskan melalui kromosom X. Seluruh materi ini disampaikan bukan hanya sebagai ilmu pengetahuan, melainkan juga sebagai bukti kebesaran Allah SWT dalam mengatur setiap detail kehidupan dengan sangat presisi, sehingga mendorong kita untuk semakin menambah ilmu dan memperkuat rasa syukur serta keimanan kepada-Nya.
Nama : MUHAMMAD DAVID D. WAGOLA
BalasHapusKelas : XII³
Hari/Tgl : Senin 12-10-2026
Kesimpulan:
Menurut saya Pembelajaran genetika dalam bacaan tersebut mencakup dua tema utama, yaitu sistem penentuan jenis kelamin dan mekanisme pewarisan sifat pada berbagai makhluk hidup. Sistem penentuan jenis kelamin ternyata sangat beragam: manusia dan lalat buah menggunakan sistem XX/XY, belalang dan kecoa dengan XX/XO, burung dan ayam dengan ZW (di mana betina yang menentukan), lumut dengan sistem UV, serta lebah madu dengan haplodiploidi melalui partenogenesis. Sementara itu, dalam pewarisan sifat dikenal adanya pautan gen (linkage) yang ditemukan Thomas Hunt Morgan pada lalat buah, serta pautan kelamin (sex-linked) seperti buta warna dan hemofilia yang terpaut pada kromosom X, sehingga laki-laki lebih rentan mengalaminya sedangkan perempuan dapat menjadi pembawa (carrier). Semua variasi ini menunjukkan betapa presisi dan menakjubkannya rancangan Allah SWT dalam menciptakan kehidupan.
Penyampaian materi oleh Ustaz Ahmad tidak hanya menekankan aspek ilmiah, tetapi juga dikaitkan dengan nilai-nilai keimanan, sehingga genetika dipahami sebagai bukti kebesaran Allah yang seharusnya menumbuhkan rasa syukur. Zaid dan Aisha, sebagai murid, merasa lebih kaya akan ilmu dan keimanan setelah pembelajaran, yang tercermin dari bisikan "Subhanallah" saat keluar kelas. Dengan demikian, bacaan ini menyimpulkan bahwa genetika bukan sekadar teori dan simbol di atas kertas, melainkan jendela untuk memahami keteraturan ciptaan Allah, sekaligus sarana untuk meningkatkan ketakwaan dan rasa syukur kepada-Nya.
Nama: M. Rizky Zairullah Azhar
BalasHapusKelas: XII.3
12 Okt, 2026
Dari cerita tersebut, saya memahami bahwa genetika mempelajari bagaimana sifat diwariskan dari induk kepada keturunannya dan bagaimana jenis kelamin ditentukan pada makhluk hidup. Setiap makhluk hidup ternyata memiliki sistem yang berbeda, seperti manusia, burung, belalang, lumut, dan lebah. Selain itu, ada juga sifat tertentu yang diwariskan melalui kromosom, seperti buta warna dan hemofilia. Dari materi ini, saya belajar bahwa genetika sangat penting untuk memahami kehidupan dan membuat saya semakin menyadari betapa luar biasanya ciptaan Allah SWT.